Headline Wawancara

Cinta Zein pada Dunia Hukum

Zein Susilo, SH

Cinta memang memiliki kekuatan yang luar biasa, itulah yang dirasakan Zein pada profesinya sekarang ini.  Berawal dari seorang konsultan pajak, akhirnya Zein memilih menjadi seorang advokat. Ada hal yang menarik dari dunia hukum yang membuat Zein terpikat dan tak ingin lepas.

Tahun 2008, Zein Susilo mulai memiliki keinginannya menekuni dunia advokat. Pria lulusan dari Fakultas Ekonomi Universitas Tarumangara jurusan akuntansi ini, merupakan auditor dengan pengalaman kerja di lima kantor besar akuntan publik dan konsultan bisnis internasional sejak tahun 1996-2001. Dia memiliki pengalaman di bidang pelayanan pajak dan keahlian dalam undang-undang perpajakan di Indonesia.

Berlatar belakang sebagai seorang konsultan pajak yang menekuni dunia advokat, Zein Susilo tentunya memiliki kelebihan tersendiri bila ia menangani kasus-kasus corporate yang berhubungan dengan pajak.  Telah banyak kasus yang dibantunya, terutama yang berhubungan dengan corporate. Namun, dalam menangani kasus Zein menghindari beberapa kasus, salah satunya adalah kasus Narkoba. Baginya mereka yang terjun di kejahatan narkoba adalah orang yang merusak masa depan anak bangsa dan bangsa itu sendiri. Karena kemajuan suatu negara berada di tangan anak-anak muda, yang kelak nantinya memimpin negera, sebagai generasi berikutnya. Namun bila anak muda sudah rusak oleh narkoba, bagaimana negara bisa menjadi besar, karena generasinya sudah lumpuh oleh narkoba.

Begitu banyak advokat terutama di Jakarta. Karena itu, untuk dikenal diperlukan ciri khas tersendiri.  Zein mencontohkan sosok almarhum Adnan Buyung Nasution, selain sebagai advokat senior yang handal, ia gampang dikenali karena ciri khas rambutnya. Karena itu, Zein menganggp ia perlu ciri khas tersendiri agar orang gampang mengingatnya. Ciri khas yang ingin ia sandingkan terhadap dirinya bukanlah dari sisi pisik, tapi dari sisi profesional.

Sebagai seorang advokat, Ia mencoba memiliki ‘warna’ tersendiri. Zein tak ingin terbawa arus, atau pun melawan arus, ia ingin punya ciri tersendiri. “Selain sebagai advokat, konsultan pajak saya juga pengusaha. Nah, ini yang membuat saya berbeda,” ungkapnya.

Ia ingin suatu saat nanti, dikenal sebagai advokat yang memiliki spesialisasi di bidang ekonomi. Bila orang memiliki perkara yang berhubungan dengan ekonomi, maka orang akan mengingat namanya. Meski ia menjadi advokat, hingga sekarang Zein tidak melepaskan profesinya sebagai konsultan pajak. “Saya memilih spesialis bukan generalis. Jadi ilmu saya masih dipakai terus,”ucapnya.

Perankan Dua Karakter Berbeda

Menurut Zein, antara profesi hukum dan pajak ada sisi persamaan dan juga perbedaan. Persamaannya adalah sering kali aturan atau undang-undang baik di pajak maupun hukum, pada undang-undang  yang sama diartikan oleh orang berbeda,maka pengertiannya berbeda-beda. Itulah yang terjadi di dunia hukum dan pajak. Namun diakui Zein, dalam praktek dunia advokat dan konsultan pajak sangat berbeda, salah satunya,  cara seorang advokat dan seorang konsultan pajak, dalam berkomunikasi menghadapi klien dan orang yang menjadi lawan sangatlah berbeda.

Zein yang dulunya bekerja di kantor akuntan besar, pada saat itu Zein tidak berhubungan dengan kaum bawah, ia selalu berhubungan dengan kalangan pengusaha. “Sepatu saya tidak pernah kena debu, selalu menggunakan dasi, bila pergi kemana-mana selalu menggunakan business class, hotel bintang lima,” ucapnya. Namun berbeda ketika ia menjadi advokat, terkadang ia bertemu kalangan atas kadang dengan kalangan bawah yang membutuhkan bantuannya. Ia harus belajar menghadapi berbagai kalangan tersebut. Lama kelamaan, Zein terbiasa memerankan dua karakter berbeda,  sebagai advokat dan konsultan pajak.

Dulu awal terjun sebagai Advokat Zein sempat aktif di Posbakum. Dari situ, selain melatih hati nuraninya terhadap kasus-kasus untuk kelas bawah. Di situlah ia merasakan kebahagian sebagai seorang manusia, karena merasa bermanfaat dan dapat membantu orang yang tidak mampu. Salah satu kejadian yang tak terlupakan oleh Zein , saat dia menolong kasus orang yang tidak mampu dan dia tidak meminta bayaran, sebagai tanda terima kasih, kliennya memberikan empat ekor ayam kepadanya.

Mengalami berbagai kejadian yang dulunya tidak pernah ia rasakan dan banyangkan inilah yang membuat Zein semakin mencintai profesinya sebagaiadvokat, bahwa hidup tidak hanya memikirkan tentang  dirinya, tapi juga harus untuk orang lain.

Mengenai dunia hukum saat ini , Zein berpendapat apa yang ada di kertas berbeda kondisinya bila sudah di lapangan, karena itu perlu banyak belajar dari yang senior-senior. “Jujur lihat situasi saat ini, siapa yang tidak hopeless. Secara general kita hopeless, tapi kita mesti menyesuaikan. Kalau kita hopeless, siapa yang akan menggunakan jasa kita,” tuturnya.

Dari Hobi ke Bisnis

Ketika karirnya sedang cemerlang sebagai akuntan, Zein yang saat itu juga sedang mencari jati diri, sadar dalam kehidupan kadang ada di atas kadang di bawah. Dan Zein berharap dia memiliki dua pilihan bertahan atau naik. Ia pun memikirkan caranya, bila hanya bekerja dengan orang lain, menjadi karyawan, Zein sadar ada batasnya.

Zein yang memang menyukai dunia otomotif, mengetahui banyak tentang otomotif meski diakuinya bukan ahli. Dari hobinya ini ia banyak mengenal montir-montir yang handal. Ada satu montir yang ia kenal baik cukup lama, dan dari montir itulah ia kepikiran untuk membuka bengkel. Sebelum terjun ke bisnis bengkel, Zein sudah lebih dulu menggeluti bisnis akrilik. Perusahaannya membuat beragam jenis hiasan, cinderamata, ataupun asesoris yang banyak dipesan oleh perusahaan-perusahaan besar.

Diakuinya perusahaannya berkembang, juga karena ia suka bergaul dan berorganisasi. Saat ini ia masuk kebeberapa perkumpulan, baik itu perkumpulan profesi maupun di luar pekerjaan, seperti club mobil dan motor besar. Tak heran temanya banyak dan dari berbagai kalangan, dari aparat negara, advokat, konsultan dan dari kalangan lainnya. Dengan bergabung dalam berbagai club otomotif, Zein tidak hanya memperoleh banyak teman, tapi sangaat bermanfaat untuk berbagai bisnisnya. Ia jadi mengetahui trend dan keinginan konsumen. Iapun memperoleh klien-klien baru dari perkumpulan yang ia masuki. “Sebagai orang yang berbisnis di otomotif, saya harus meng-update apa saja perkembangan terakhir, dan salah satunya dari informasi teman-teman satu club” tuturnya.

Please follow and like us:
17

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *