HAM Headline News

Komnas HAM: Stop Diskriminasi Pada Penderita ODGJ

JAKARTA, REQNews- Komnas HAM melalui website resminya Rabu (22/2/2018)  meminta agar diskriminasi dan stigmatisasi terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dihentikan, karena menghambat hak ODGJ untuk mendapatkan pelayanan kesehatan jiwa dari negara.

Komisioner Komnas HAM Mohammad Choirul Anam menegaskan “stigma buruk tersebut menciptakan sosok ODGJ sebagai orang yang suka merusak dan menganggu ketertiban masyarakat. Padahal, mereka berhak mendapatkan perlindungan dan pemenuhan hak atas kesehatan dari negara,” jelas Anam.

Komnas HAM menilai hal ini bisa berimplikasi pada banyak hal, diantara perlakuan terhadap ODGJ yang tidak manusiawi, seperti dipasung, dikurung, dan disiksa. Padahal, ODGJ mempunyai hak dan martabat yang sama seperti warga lainnya.

Terkait dengan maraknya kekerasan terhadap tokoh agama akhir-akhir ini yang menempatkan ODJG selaku salah satu pelaku, Komnas HAM meminta supaya hal ini diluruskan.

“Meluruskan hal ini agar stigma buruk terhadap ODGJ tidak menguat yang semakin merugikan ODGJ yang punya hak yang sama dengan warga negara lainnya. Aparat penegak hukum harus menyelidikinya secara tuntas,” tegas Anam.

Beberapa ketentuan hukum yang mengatur dan melindungi hak-hak ODGJ terdapat di Undang-Undang tentang Kesehatan Jiwa, Undang-Undang tentang Kesehatan dan Undang-Undang tentang Hak Asasi Manusia.

Undang-Undang No 36 Tahun 2019 pasal 148 ayat 1 menyatakan penderita gangguan jiwa mempunyai hak yang sama sebagai warga Negara semantara  Pasal 149 menyatakan penderita gangguan jiwa yang terlantar, menggelandang, mengancam ke selamatan dirinya dan/atau orang lain, dan/atau mengganggu ketertiban dan/atau keamanan umum wajib mendapat pengobatan dan perawatan di fasilitas pelayanan kesehatan.

Pada 2011, Pemerintah RI juga telah meratifikasi Konvensi Internasional tentang Hak Penyandang Disabilitas, yang menegaskan kewajiban negara untuk melindungi dan memenuhi hak para penyandang disabilitas, termasuk disabilitas kejiwaan seperti ODGJ.

Please follow and like us:
18

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *