Headline Hukum

Damming Sanusi dan Frans Hendra Ingatkan Advokat

JAKARTA, REQMews – Ketua Pengadilan Tinggi (KPT) DKI Jakarta, H. DR Muhammad Damming Sunusi, S.H., M.Hum.,  mengambil sumpah sekaligus melantik 60-an advokat baru dari Perhimpunan Pengacara Konsultan Hukum Indonesia (PPKHI) dan Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (ASPI), Senin (26/2/18) di Aula Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

Damming Sanusi dalam sambutannya menegaskan bahwa pengacara yang diambil sumpah dan dilantik pada dasarnya telah resmi menjadi penegak hukum. Dibandingkan dengan penegak hukum lainnya, profesi pengacara kata Damming, cakupan wilayah kerjanya jauh lebih luas, dari Sabang sampai Merauke atau seluruh wilayah Indonesia. “Bandingkan dengan kami yang hakim, polisi dan jaksa, dibatasi hanya pada wilayah tertentu,” keluh Damming.

Tidak gampang menyandang status sebagai penegak hukum, ingat Damming, ya sebab harus dipertanggungjawabkan. Wujud pertanggungjawaban itu antara lain dengan menjadi pengacara atau penegak hukum yang jujur, adil, profesional sebagaimana kode etik profesi dan undang-undang yang terkait. Damming juga mengingatkan kepada seluruh pengacara  agar selalu membekali diri dengan ilmu dan pengetahuan sebab ilmu dan pengetahuan hukum selalu berkembang dari waktu ke waktu.

Kata Damming, “Jaga nama baik Anda sendiri, jaga nama baik profesi, sebagai penegak hukum, jaga nama baik organisasi. Dalam bekerja atau melayani, harus menjaga iman dan akhlak. Saya juga ingatkan agar bekerja sama baik dengan penegak hukum lain termasuk kami para hakim. Mari kita efisienkan waktu penyelesaian perkara. Lebih cepat lebih baik. advokat-advokat tidak boleh mengulur-ngulur waktu penyelesaian perkara apalagi menghambat.”

Advokat senior Prof. DR. Frans Hendra Winarta, S.H., M.H., hadir memberikan sambutan kunci. Ia menyatakan rasa syukur  ihwal fakta kini tak ada lagi wadah tunggal organisasi advokat. “Dari dulu saya bersuara dan ikut memperjuangkan agar wadah tunggal itu dikoreksi. Sekarang sudah banyak asosiasi dan menurut saya ini sesuatu yang bagus. Biarkan semua berkembang dan bersaing secara sehat,” demikian Frans berpendapat.

Frans yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PERADIN, mengingatkan, di satu sisi,  kondisi terbuka di dunia pengacara pada saat ini diamini sebagai wujud demokrasi, tetapi di sisi lain ada banyak risiko yang harus dihadapi. Ia mengingatkan, kini telah mulai marak praktek obstruction of justice, praktik-praktik yang dilakukan sejumlah oknum advokat dengan menghalalkan banyak cara demi membela dan menghindarkan klien dari penyelidikan penyidikan dan seterusnya.

“Banyak masyarakat yang tidak paham dengan tugas advokat dan banyak advokat yang terjebak pada  kemauan kliennya hingga akhirnya membela dengan cara membabibuta. Tidak boleh seperti itu! Membela harus pada proporsinya. Advokat bertugas membela kebenaran, keadilan dan hak asasi. Ikutilah due process of law!” demikian Frans mengingatkan.

“Selamat kepada 43 advokat baru PPKHI,” demikian ucapan selamat dari Ketua Umum DPN PPKHI, Yudhistira Ihsan Permana.(*)

 

 

Please follow and like us:
20

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *