Headline News

KPAI Datangi Wali Kota Surabaya Guna Penanganan Kasus Trafficking

SURABAYA, REQNews- Melalui website resmi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kamis (1/3/2018) menjelaskan bahwa KPAI telah mendatangi Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini terkait penanganan Trafficking yang melibatkan anak di bawah umur di Kota Surabaya untuk prostitusi melalui media sosial beberapa pekan ini.

Hal itu dilakukan sebagai upaya koordinasi KPAI mengingat Kota Surabaya merupakan salah satu kota besar yang kemungkinan menjadi tujuan penempatan trafficking untuk tujuan prostitusi sehingga dibutuhkan pencegahan, bahkan penanganan yang komprehenship.

Ai Maryati Solihah, Komisioner Bidang Trafficking dan Eksploitasi menjelaskan “Kami koordinasi dengan Wali Kota Surabaya dan Kanit PPA untuk menginformasikan bahwa Kota-kota besar seperti Surabaya terindikasi menjadi pilihan penempatan strategis sindikat trafficking yang menyasar gadis-gadis di bawah umur.” jelas kepada Wartawan, Rabu (28/2/2018).

KPAI menghimbau agar lebih meningkatkan pengawasan pada tempat-tempat rawan terjadinya eksploitasi tersebut, seperti tempat hiburan, Hotel, tempat-tempat destinasi wisata, bahkan apartemen yang sifatnya lebih privat.

“Tanggapan Ibu Risma sangat positif untuk bergandengan tangan dengan KPAI dalam memastikan dan meningkatkan upaya-upaya agar anak tidak dieksploitasi, khususnya di Kota Surabaya, karena di sini sudah memiliki Perda penyelenggaraan perlindungan anak No 6 Tahun 2011 dalam mensinergikan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait sebagai upaya pemerintah mencegah dan menangani kasus-kasus pelanggaran hak anak” lanjutnya.

Tokoh yang masuk 50 jajaran orang berpengaruh di dunia itu menyampaikan dukungan kepada KPAI untuk terus bekerja secara maksimal terkait memutus mata rantai trafficking dan eksploitasi anak. Terlebih lagi trend mutakhir sekarang menggunakan media sosial yang memiliki kesulitan dan keterbatasan tersendiri dalam menindak dan menanganinya

KPAI juga menuturkan bahwa KPAI telah berkoordinasi dengan Kanit PPA Polrestabes Surabaya untuk memastikan apakah ada keterlibatan jaringan mucikari setempat dalam kasus ini, agar terbongkar dan dapat ditindak tegas.

Dalam catatan KPAI, tahun 2017 jumlah kasus trafficking dan eksploitasi masih tinggi, mencapai angka 293 kasus yang tersebar dalam anak sebagai korban perdagangan (trafficking) sebanyak 40 kasus, anak sebagai korban prostitusi 90 kasus, anak sebagai korban eksploitasi seks komersial anak (ESKA) 78 kasus dan anak sebagai korban eksploitasi pekerja anak sebanyak 83 kasus. Masalah trafficking anak sangat membutuhkan komitmen dari para pemangku kepentingan untuk terus bersungguh-sungguh memutusnya.

Please follow and like us:
25

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *