Headline Pariwisata

Pesona Wisata Bahari Maluku

JAKARTA, REQNews – Maluku atau Moluccas, sejak lama dikenal dunia internasional sebagai penghasil rempah-rempah dunia. Kini, pesonanya dikembangkan sebagai destinasi wisata bahari (marine tourism) kelas dunia. Potensi besar tersebut juga didukung oleh 1.434 pulau, di antaranya Pulau Banda yang disiapkan sebagai kawasan khusus pariwisata.

Menpar Arief Yahya mengatakan, pariwisata di Pulau Banda, bisa disiasati dengan konsep Nomadic Tourism, artinya kebutuhan 3A, terutama amenitas dan aksesibilitas dapat dipenuhi untuk sementara, tidak membutuhkan investasi yang menetap. Arief Yahya mencontohkan, akses menuju Pulau Banda dapat dipenuhi melalui sea plane sehingga mudah mendarat di manapun. Begitu juga masalah amenitas dipenuhi dengan hotel terapung maupun penginapan karavan yang dapat berpindah tempat (nomadic tourism).

“Kami siap mendukung itu. Tim Nomadic Tourism sudah terbentuk, yang penting adalah komitmen daerah harus kuat. Gali potensinya,” kata Arief Yahya pada acara Launching Calendar of Event Maluku 2018, di Kementerian Pariwisata, Senin (12/3/2018) malam.

Pada kesempatan tersebut, Arief Yahya juga memberikan apresiasi kepada pemerintah Maluku dalam upayanya meningkatkan kunjungan wisatawan. Usaha tersebut terbukti dengan peningkatan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang tergolong pesat, mencapai 20,38 persen, dari 15 ribu jumlah kunjungan wisman pada 2016 melonjak menjadi 18 ribu kunjungan wisman pada 2017.

Dia melanjutkan, 25.000 wisman dan 150 ribu pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) menjadi target bersama, sekaligus mendukung target pariwisata nasional tahun 2018 sebanyak 17 juta jumlah kunjungan wisman dan 270 juta pergerakan wisnus. Saat ini Ambon dan Pulau Banda ditetapkan sebagai destinasi yang paling siap dipasarkan. Karena, didukung 3A (atraksi, amenitas, dan aksesibilitas) yang memadai. (dnls)

Please follow and like us:
21

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *