Budaya Headline

ELAINE KUSUMA, ANTARA PEDULI DAN HOBI MUSIK

Jakarta, REQNews – Gadis belia berusia 16 tahun, Elaine Kusuma, peduli pada penderita penyakit thalassemia. Ungkapan kepedulian ini disampaikan pada  Sabtu (24/3/18) malam di sela-sela acara musik “collaboration night” yang menampilkan Nelson Rumantir featuring Meisita dan The Flow featuring Elaine Kusuma di “The Barrels” Summarecon Mall, Serpong, Tangerang Selatan.

Acara musik itu sendiri dimanfaatkan Elaine untuk kampanyekan thalassemia kepada pengunjung dengan membagikan bookmark. Pada sebuah sisi bookmark cantik itu tertulis “donor darahmu, harapan bagi penderita thalassemia” sedang pada sisi lainnya tertulis penjelasan informatif tentang thalassemia (apa itu thalassemia, dua jenis thalassemia, gejala thalassemia dan fakta penting tentang thalassemia).

“Saya fokus pada komunikasinya dan mau sosialisasi pada sebanyak mungkin orang di Indonesia agar tahu tentang thalassemia sekaligus peduli pada penderitanya. Saya ingin raise awareness (meningkatkan kesadaran) aja sih, biar banyak orang tau thalassemia. Nyatanya kan banyak orang belum tahu dan care. Itu goals saya. Saya juga berharap, banyak orang sehat yang mau donor darah untuk penderita thalassemia,” ungkap siswa kelas I SMA British International School, Bintaro, Jakarta Selatan itu dengan penuh keyakinan.

Untuk rencana sosialisasi lanjutan, pihak Elaine mencetak 40 ribu bookmark yang akan disebarkan ke berbagai tempat, antara lain di berbagai sekolah, kampus-kampus, toko-toko buku, berbagai public area seperti Car Free Day Jakarta, di Kerawang, Subang dan tempat lainnya. Rencananya pada hari Minggu (15/4/18) mendatang, Elaine dan tim-nya hadir di Car Free Day, Jakarta, membagikan bookmark sekaligus menerima penghargaan dari MURI (Museum Rekor Indonesia).

Elaine sendiri terpanggil untuk peduli pada thalassemia di tahun 2017 ketika mengunjungi  RS Medika, RS Gatot Subroto dan RS Pondok Indah, ketiganya di Jakarta. Tiba-tiba saja Elaine merasa iba melihat dan mendengarkan keluh kesah penderita terutama anak-anak, yang harus melakukan transfusi darah sepanjang hidupnya berikut membutuhkan banyak darah dari para pendonor.

“Thalassemia itu kan penyakit kelainan darah yang menyebabkan sel darah merah tidak dapat terbentuk sempurna dan ini penyakit turunan. Kita dapat mencegah dengan antara lain melakukan pemeriksaan sebelum nikah,” beber putri nomor dua dari dua bersaudara, dari pasangan John Kusuma dan Arlinda Nugroho dengan khatam.

“Kejadiannya 2017, jadi setelah Elaine melihat sendiri penderita thalassemia di RS Medika dan rumah sakit lainnya, dia bilang, ‘Papi, aku harus berbuat sesuatu untuk mereka.’ Sebagai orang tua, kami senang dan bangga, kami harus dukung,” kisah John yang juga seorang pengusaha nasional.

Panggilan Elaine untuk peduli pada penderita thalassemia sebenarnya dipengaruhi oleh lingkungan sekolahnya. Di sekolah, papar John, siswa-siswi diasah kepekaannya untuk peduli pada sesama yang menderita dan langsung datang ke rumah sakit, panti-panti dan tempat terkait lainnya.

Ungkap John, “Selain peduli pada penderita thalassemia, Elaine juga peduli pada orang tua yang sudah lanjut usia dan peduli pada penyandang disabilitas. Kalau ketemu anak-anak penderita thalasemia, dia ajak main, begitu juga kalau ke panti jompo dan ketemu penyandang disabilitas.”

SENANG MUSIK DAN OLAHRAGA

Malam itu Elaine tampil spesial menabuh drum di depan pengunjung sekaligus sosialisasi pencegahan dan peduli thalassemia. Tampil bersama kelompok musik dewasa “The Flow” penampilan Elaine cukup memukau. Gadis belia nan cantik itu mampu memperlihatkan bakat dan kemampuannya mengiringi dua  buah lagu aliran pop rock.

Tidak ada yang mengajari Elaine main drum dan baru belakangan ada guru sekolah yang membimbingnya. Di sekolah, Elaine bergabung dengan “Joni” sebuah group band yang semua personilnya terdiri dari perempuan. Group band ini beraliran rock indie dan lazim memainkan lagu milik “The Strokes”, “Foster the People” dan “Bling 182” tiga group band indie dan punk asal Amerika Serikat. Rutin “Joni” melakukan latihan, ikut kompetisi tahunan, hingga meraih juara dan penghargaan.

Elaine sendirilah yang memiliki ide untuk manggung sebagaimana malam itu sekaligus sosialisasi thalassemia. Ia mengusulkan kepada sang ayah agar dapat kolaborasi dengan kelompok band profesional. Gayung bersambut, John mendukung lalu mencarikan group band yang cocok.

“Aku tanya Papi, ada nggak kenalan group band profesional, aku mau coba main sama band profesional Indonesia di depan publik. Aku juga mau buktikan ke Papi aku bisa beneran.  Sebagai Papi kan pasti mau liat anaknya main. Aku belajar dari Papi dan biar Papi dan Mami senang,” ungkap Elaine yang juga bisa memainkan alat musik gitar dan piano.

“Aku masih belajar gitar dan piano termasuk drum. Tetapi dibanding gitar dan piano, aku lebih suka main drum. Main drum itu keren dan bisa me-lead alat musik lainnya. Saya juga suka beat-nya. Main drum juga bisa menjadi semacam pelampiasan emosi,” tambah Elaine.

Di waktu kecil, Elaine sering melihat John dalam mobil, memainkan tangannya, seakan-akan memegang stik dan sedang menabuh drum. Sembari mendengarkan musik, mulut John juga bersuara, menyuarakan bebunyian drum. Ternyata Elaine menyukainya apalagi ada harmonisasi antara suara dan gerakkan tangan John.

Kata John, “Saya juga suka musik dan dulu waktu SMP di Budi Mulia dan SMA Kanisius Jakarta, punya group band dan pernah tampil di Balai Sidang. Hanya sekali saya ajarkan  Elaine main drum, selebihnya dia belajar sendiri dan tidak kursus. Di rumah tidak bikin studio atau beli drum karena maminya tidak mau berisik.”

Selain hobi musik, Elaine juga senang olahraga terutama basket. Di sekolah Elaine masuk tim basket sekolah. Kata Elaine, “Selain musik aku senang basket. Aku juga senang art, senang melukis dan senang melihat lukisan-lukisan.”

Setelah menamatkan SMA, Elaine akan ke Amerika menyusul koko atau kakaknya David. John mengusulkan Elaine mengambil jurusan terkait bisnis dan usulan John disetujui Elaine. Selain fokus kuliah, di Amerika nanti, Elaine ingin kursus musik.

“Saya dan maminya support saja apa maunya Elaine. Kita hanya mengarahkan. Apa pun karir Elaine ke depannya, saya harap Elaine tetap kembangkan hobi dan bakatnya,” pungkas John penuh harap.(*)

 

Please follow and like us:
21

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *