Headline News

Satu Tahun Kasus Novel, KPK Putar Film “Menolak Diam”

JAKARTA, REQNews- Setelah satu tahun berlalu Kasus Novel Baswedan masih belum menemukan titik terang. Novel masih terus berharap kejadian yang menimpanya bisa terungkap berkat proses penyelidikan yang masih terus berjalan.

KPK menilai teror yang dialami Novel semestinya tak menyurutkan langkah, karena bagi siapa pun, kebenaran harus terus disuarakan dan tak dapat dibungkam.

Pesan ini pula yang tergambar jelas dalam “Menolak Diam!”, sebuah film yang diputarkan dan ditonton bersama di Gedung KPK (11/4/2018). Berdurasi 41 menit, film pendek karya kolaborasi TII (Transparency International Indonesia) dan Night Bus Pictures ini terinspirasi dari sebuah kejadian di tahun 2008 yang dialami Dermawan Bakrie, seorang pelajar SMA negeri di Solo.

Dalam film ini, diceritakan bagaimana seorang siswa kelas XII bernama Alif, yang menemukan sejumlah kejanggalan dalam pengelolaan keuangan sekolahnya. Bersama beberapa sahabatnya, Alif mencoba membongkar dugaan penyimpangan itu, dan harus berhadapan dengan serangkaian intimidasi di tengah persiapan mereka menghadapi Ujian Nasional.

Dalam diskusi usai pemutaran film, Emil Herradi, sutradara film Menolak Diam! yang telah diputarkan di 14 kota ini mengungkapkan, kisah ini dipilih karena di dalamnya ada nilai perjuangan dan perlawanan terhadap korupsi. Walaupun diangkat dari kisah nyata, ada beberapa scene yang disesuaikan untuk kepentingan layar.

“Kita godok lagi ceritanya, ada beberapa yang kita ubah,” tutur Emil di Gedung KPK (11/4/2018).

Pada kesempatan yang sama, Novel mengatakan bahwa film ini memang harus dilihat oleh KPK dan institusi pengakan hukum lainnya. Seperti Alif, ancaman sering kali tertuju kepada siapa pun termasuk penegak hukum. Peristiwa yang dialaminya setahun lalu berpotensi dialami siapa pun, dan dapat menjadi problem yang terus membesar jika terus dibiarkan.

“Masalah akan timbul jika penegak hukum tidak konsisten, atau bahkan kompromi dengan koruptor atau mafia,” ujar Novel.

KPK bersama Novel dan film Menolak Diam! mengusung harapan yang sama. Optimisme dalam perlawanan terhadap korupsi harus tetap menyala, dan perjuangan itu akan terasa hasilnya jika dilakukan bersama-sama.

“Mari kita tunjukkan ke Indonesia kalau kita harus tetap semangat dalam memberantas korupsi. Karena takut tidak akan memperpanjang umur kita, dan berani tidak akan memperpendek umur kita,” tutup Novel. (Ran)

Please follow and like us:
14

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *