HAM Headline

25 Perempuan Tuntut Pemerintah Usut Tuntas Kasus Marsinah

JAKARTA, REQNews – Bulan Mei 2018 ini merupakan 20 tahun pasca reformasi. 25 perempuan pembela demokrasi pada Kamis (3/5/2018) memperingatinya dengan menuntut pemerintah untuk mengusut tuntas kasus kematian Marsinah, yang dibunuh pada 8 Mei 1993 di Sidoarjo, Jawa Timur.

20 tahun pasca reformasi di Indonesia, sejumlah kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) belum tuntas hingga kini, salah satunya adalah kasus pembunuhan yang menimpa buruh perempuan, Marsinah.

Marsinah adalah seorang buruh perempuan, buruh pabrik PT. Catur Putera Surya (CPS) di Porong, Sidoarjo, ditemukan tewas mengenaskan di hutan Wilangan, Nganjuk, Jawa Timur. Sebelum kematiannya, pabrik arloji tempat Marsinah bekerja terjadi aksi-aksi buruh untuk menuntut hak, di antaranya menuntut kenaikan upah, upah lembur, fasilitas kerja dan cuti hamil bagi buruh perempuan.

Pembunuhan terhadap Marsinah bukan kejahatan kriminal biasa. Banyak tanda yang cukup untuk kasus Marsinah diusut dan diadili sebagai kejahatan Hak Azasi Manusia, bukan kejahatan kriminal biasa yang telah kedaluwarsa.

5 tahun setelah Marsinah tewas, ORBA tumbang. Ruang demokrasi terbuka lebar, namun langkah untuk menegakkan keadilan bagi Marsinah masih penuh tanda tanya.

Hingga kini, pasca 20 tahun reformasi dan 25 tahun kasus Marsinah masih menjadi misteri, serupa dengan jejak kasus pelanggaran HAM lainnya di Indonesia. Kematian Marsinah, diabaikan.

Berikut ini tuntutan mereka:

“Kami tidak mau lupa, tidak mau menyerah menuntut keadilan dalam kasus Marsinah. Maka kami, 25 perempuan pembela demokrasi, menyampaikan tuntutan lugas dan jelas.”

  1. Komnas HAM agar membuka kembali dan mengusut dengan serius kasus Marsinah. Berbagai bahan pengusutan kasus Marsinah sebagai kejahatan HAM masih bisa ditemukan, jika ada keberanian dan komitmen untuk menggunakannya bagi penuntasan kasus.
  2. Pemerintah agar mengakui kasus Marsinah sebagai kasus kejahatan Hak Asasi Manusia.
  3. Mengajak masyarakat luas bersama-sama mendesakkan penyelesaian kasus Marsinah, dan bersama mengekspresikannya di 8 Mei 2018.

Untuk memperingati 20 tahun reformasi dan 25 tahun terbunuhnya Marsinah, mereka akan menggelar aksi di depan Istana, pada Selasa, 8 Mei 2018, Jam 14.00 WIB, untuk menyuarakan keadilan bagi Marsinah. (dnls)

Please follow and like us:
20

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *