Headline Hukum

Selamat Jalan Advokat Trimoelja D Soerjadi

JAKARTA, REQNews – Duka mendalam bagi dunia advokat Indonesia khususnya dan dunia hukum pada umumnya karena advokat senior sekaligus aktivis hak asasi manusia (HAM) Indonesia, Trimoelja Darmasetia Soerjadi, menghembuskan nafas terakhirnya di RS Mitra Keluarga, Surabaya, pada Kamis (17/5/18) sekitar pukul 06.32 pagi.

Pria kelahiran Surabaya 7 Januari 1939 ini meninggal dalam usia 79 tahun karena menderita komplikasi kanker dan infeksi paru-paru. Jenasah Trimoelja  disemayamkan di rumah duka di Jalan Rungkut Asri Tengah VII/23-25 Surabaya dan pada pukul 14.00 dimakamkan di TPU Keputih, Surabaya.

Semasa hidupnya, Trimoelja telah banyak membantu rakyat kecil di pedesaan dan perkotaan yang menjadi korban. Ia dikenal memiliki integritas yang tinggi, berani, gigih dan pekerja keras. Terakhir Trimoelja menjadi salah satu advokat yang ikut membela Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dalam kasus penistaan agama.

Advokat Josefina Syukur, rekan Almarhum yang sama-sama menjadi Penasihat Hukum Basuki Tjahaja Purnama menyebut Tri, demikian ia biasa disapa, sebagai sosok yang rendah hati dan tidak pernah berhenti untuk belajar. “Beliau sangat baik hati dan tidak pelit dalam bagi ilmu kepada kami para yunior. Hebatnya lagi, Pak Tri  juga mau mendengar masukkan dari kami yang lebih yunior dan mau belajar dari siapa pun.  Dalam beberapa kesempatan pada waktu kami sama-sama menjadi TIM PH Pak Ahok, saya sering cerita sekaligus diskusi dengan beliau. Ia pribadi yang menyenangkan,” ungkap Josefina.

Penggiat HAM sekaligus advokat Haris Azhar mengenang Almarhum sebagai sosok nan dedikatif dan profesional. “Almarhum adalah Anggota Luar Biasa KontraS. Sejak awal ia sangat mendukung kiprah Munir dan KontraS di saat-saat sulit. Luar biasa! Beliau juga sangat terlibat dalam gugatan Suciwati (istri Alm Munir) ke pihak Garuda Indonesia dan meminta pertanggungjawaban perusahaan tersebut atas meninggalnya Munir di atas pesawat Garuda Indonesia. Kita telah kehilangan seorang lawyer yang sangat dedikatif dan profesional pada profesi yang digelutinya sejak lama,” jelas Haris yang juga mantan Koordinator KontraS.

Tri merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Airlangga pada 1979. Sejak dahulu ia memang dikenal sebagai pengacara yang gigih dalam berbagai kasus orng kecil di antaranya kasus Marsinah pada 1993. Marsinah adalah seorang buruh pabrik arloji PT Catur Putra Surya (CPS) yang tewas secara misterius dan hingga kini belum diketahui pelakunya. Kasus-kasus terkait HAM lainnya juga banyak ia tangani.

Pada 10 Desember 1994, Yayasan Pusat Studi Hak Asasi Manusia menghargai kerja keras dan kiprahnya dengan “Yap Thiam Hien Award!” Ini adalah penghargaan tertinggi terhadap orang yang dinilai berjasa dalam memperjuangkan HAM di Indonesia.(*/Bos)

 

Please follow and like us:
24

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *