Headline Hukum News

KPK Perpanjang Penahanan Tersangka Kasus e-KTP Made Oka Masagung

JAKARTA, REQNews- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan Made Oka Masagung tersangka kasus korupsi KTP Elektronik (e-KTP), perpanjangan itu akan dilakukan selama 30 hari.

“Perpanjangan penahanan terhadap MOM (Made Oka Masagung) selama 30 hari kedepan, dimulai pada 3 Juni hingga 2 Juli 2018” jelas Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Kamis (31/5/2018).

Febri menambahkan, perpanjangan masa penahanan berkaitan dengan langkah penyidik yang masih membutuhkan keterangan Made Oka untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan Made sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP sejak 28 Februari lalu. Mantan Bos PT Gunung Agung itu ditetapkan KPK sebagai tersangka bersamaan dengan keponakan terdakwa Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo.

Selain memperpanjang penahanan terhadap Made Oka, hari ini KPK juga memanggil Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakhrulloh untuk diperiksa sebagai saksi.

“Hari ini dilakukan pemeriksaan terhadap Zudan Arif Fakrulloh, Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Supil untuk tersangka MOM dan IHP,” kata Febri.

Keduanya bersaksi dua tersangka yankni Made Oka dan Irvanto Hendra Pambudi (IHP). Febri mengatakan Zudan tiba di KPK sekitar pukul 10.00 WIB dan langsung diperiksa oleh penyidik KPK.

Made diduga menampung uang korupsi e-KTP di rekeningnya sebesar US$6 juta dari sejumlah pihak yang mengerjakan proyek pengadaan e-KTP milik Kementerian Dalam Negeri.

Made Oka dan Irvanto Hendra dalam kasus ini, mereka disangkakan melanggar Pasal 2 Ayat 1 Subsider Pasal 3 UU 31/1999 sebagaimana diubah dalam UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. (Ran)

Please follow and like us:
25

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *