Headline News

FRONT PEMBELA RAKYAT (FPR) AKAN SELENGGARAKAN REMBUK NASIONAL

JAKARTA, REQNews- 4 Juni 2018 – Front Pembela Rakyat (FPR) akan menyelenggarakan Rembuk Nasional yang menghadirkan tokoh-tokoh nasional yang dua tahun belakangan kritis terhadap Pemerintah Presiden Joko Widodo – Jusuf Kalla. Rembuk Nasional dengan tema “Indonesia Menggugat II” ini rencananya akan diselenggarakan pada hari Jumat 22 Juni 2018 Pukul 14.00 – selesai bertempat di Auditorium Perpustakaan Nasional RI, Jalan Medan Merdeka Selatan Nomor 11 Jakarta Pusat.

Sejumlah tokoh yang akan diundang untuk menjadi pembicara, antara lain : Prabowo Subianto, Gatot Nurmantyo, Amien Rais, Zulkifli Hasan, Muhaimin Iskandar, Sohibul Iman, Yusril Ihza Mahendra, Agus Harimurti Yudhoyono dan Ahmad Heryawan.

Rencananya akan diundang pula BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) seluruh kampus, baik dari Jabodetabek, dari sekitar Pulau Jawa bahkan luar Pulau Jawa. BEM yang rencananya hadir antara lain, BEM dari UI (Universitas Indonesia), IPB (Institut Pertanian Bogor), ITB (Institut Teknologi Bandung), UNPAD (Universitas Padjajaran) Bandung, UNDIP (Universitas Diponegoro) Semarang, UGM (Universitas Gadjah Mada) Yogyakarta, UNAIR (Universitas Airlangga) Surabaya, ITS (Institut Teknologi Surabaya), UNBRAW (Universitas Brawijaya) Malang, Universitas  Trisakti Jakarta, UBK (Universitas Bung Karno), Universitas Moestopo Beragama, UNAS (Universitas Nasional) Jakarta, Universitas Pancasila Jakarta, Universitas Tarumanegara Jakarta, Universitas Paramadina dan lainnya.

“Insya Allah para tokoh yang kami undang akan hadir dan menjadi pembicara dalam Rembuk Nasional kali ini dan kita harapkan tidak ada halangan atau rintangan. Sebelumnya, kami memang telah menemui langsung para tokoh tersebut dan mereka semangat untuk hadir dan menjadi pembicara. Kami juga mengundang dan rencananya akan hadir tokoh-tokoh bangsa,  ulama atau tokoh agama, tokoh budaya, tokoh sosial, tokoh politik, tokoh masyarakat, mantan petinggi TNI dan Polri,” ungkap Nugroho Prasetyo yang merupakan Panglima FPR sekaligus penggagas utama Rembuk Nasional 2018.

Para narasumber yang hadir sekaligus diundang, kata Nugroho, selama ini dikenal menjadi tokoh oposisi dan tokoh-tokoh kritis yang telah lantang bersuara mengkritik Pemerintah Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Para narasumber tersebut akan menyampaikan pikiran-pikiran sekaligus pendapatnya tentang kinerja pemerintah sekaligus memberikan masukkan konstruktif untuk kemajuan bangsa dan negara.

“Prinsipnya ini negara demokrasi dan kita ingin membangun demokrasi yang sehat dan kritis. Fokus pembicaraan kami adalah masa depan bangsa Indonesia dan lebih fokus lagi pada politik menjelang Pilpres 2019 dan tentang kepemimpinan Indonesia ke depannya, terutama periode 2019-2024. Tidak hanya murni politik, kami juga akan membicarakan hal-ihwal yang terkait dengan politik ekonomi, politik hukum, politik pertahanan-keamanan dan lainnya dan rencananya ada deklarasi bersama.”

FPR merupakan organisasi masyarakat yang resmi dan berbadan hukum telah dan akan berada di 34 provinsi dan 517 kabupaten/kota, terbuka untuk seluruh rakyat Indonesia. Tidak hanya rakyat biasa, FPR didukung oleh banyak tokoh nasional, tokoh bangsa dan negara, tokoh politik, ekonomi, sosial, budaya, mantan pejabat TNI dan Polri, mantan pejabat negara dan lainnya.

“FPR memiliki visi dan misi; Dari Rakyat, Oleh Rakyat dan Untuk Rakyat. FPR ingin pemimpin bangsa dan negara yang amanah, yang benar-benar membela rakyat, berjuang dan berkorban untuk rakyat. Ciri kepemimpinan yang semacam itu yang kita inginkan pada masa sekarang termasuk pemimpin baru nanti, periode 2019 – 2024,” pungkas Nugroho penuh harap.(*/BN)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *