Headline Hukum News

Majalah REQuisitoire, Special Report dari Timika telah Terbit

JAKARTA, REQNews (6/6/18) – Majalah REQuisitoire edisi khusus, Laporang tentang advokasi untuk ribuan pekerja atau buruh PT Freeport Indonesia (PTFI) yang mengalami PHK dan dirumahkan, telah terbit dan telah beredar. Majalah dengan 168 halaman ini diedarkan di seluruh Indonesia dan hadir di toko-toko buku seperti Gramedia dan lainnya.

Redaksi majalah REQuisitoire melakukan tugas jurnalistik yang dilakukan pada bulan Januari 2018 ini merupakan hasil kerja sama majalah REQuisitoire, Lokataru (Kantor Hukum-HAM dan yayasan, Jakarta) dan pekerja PT Freeport Indonesia (PTFI) yang mengalami furlough (dirumahkan) dan pekerja mogok kerja (moker) yang kemudian di-PHK secara sepihak manajemen PTFI.

Ke Timika, redaksi majalah REQuisitoire turut bersama dua kuasa hukum pekerja furlough dan pekerja moker dari Lokataru yakni, Haris Azhar, S.H., M.A., dan Nurkholis Hidayat, S.H., LL.M. Selama hampir seminggu di Timika, REQuisitoire mengikuti perjalanan tugas Haris dan Nurkholis yang didampingi sejumlah panitia, pengurus dan pekerja. Mereka antara lain menjumpai para korban, mendatangi kantor-kantor terkait seperti BPJS, bank, dinas tenaga kerja dan perumahan rakyat, kejaksaan negeri, polres, lembaga pemasyarakatan dan lainnya.

Pihak REQuisitoire terkesan menghadiri acara aksi damai di sebuah kolam pemancingan ikan. Hampir 1000 orang hadir. Tak hanya pekerja tetapi hadir juga para istri, anak dan keluarganya lainnya. Haris, Nurkholis dan lainnya berorasi. Para peserta tampak semangat meski berdiri dan duduk di tengah hujan gerimis.

Di Gorong-gorong dekat terminal khusu milik PTFI, pihak REQuisitoire dan rombongan berjumpa dengan sekelompok anak yang sedang main judi kartu remi. Tanpa malu dan takut, mereka minta difoto sedang main judi. “Anak-anak di sini sudah biasa begini Bang,” ungkap seorang pekerja moker kepada REQuisitoire.

Hasil liputan REQuisitoire dari Timika menjadi ‘special report’ untuk majalah REQuisitoire kali ini. Hasil liputannya cukup banyak sebab menurut redaksi banyak yang harus disampaikan. Para pembaca dipastikan terenyuh dan iba kala membaca sejumlah artikel feature yang mengisahkan nasib pekerja kini. Oleh karena special report, maka majalah REQuisitoire ini juga disebut sebagai ‘edisi khusus.’ COO Majalah REQuisitoire, Retno Kusumastuti, menambahkan, laporan yang sudah muncul di majalah REQuisitoire akan muncul pula di www.requisitoire-magazine.com, website khusus majalah REQuisitoire.

Tidak hanya special report dari Timika, majalah REQuisitoire ini memunculkan artikel menarik lainnya seperti “Hot Case” cerita tentang Rian Nopriansah, korban salah tangkap di kota Palembang. Ada pula tulisan profil lima pengacara sukses seperti Advokat Alfin Sulaiman, Advokat Zein Susilo, Advokat Stefanus Gunawan, Advokat Julianto Pakpahan dan Advokat Arman Hanis. Ada pula profil khusus Brigjen (Pol) Khrisna Murti.

Menarik pula menyimak artikel column opini “Penegakkan Hukum terhadap Kejahatan Siber” yang ditulis Chuck Suryosumpeno dan artikel inspiratif dalam rubrik COO Outline dengan judul “Gejala Penyakit Narsistik yang Melanda Dunia” yang ditulis Retno Kusumastuti. Jangan lupa baca artikel pada rubrik: leisure, culture, compassion, book review dan lainnya. Selamat membaca, salam sukses! (*/BN)

 

 

Please follow and like us:
20

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *