Headline News

Gizi Buruk Di Maluku Harus Segera Diselesaikan

JAKARTA, REQNews- Kasus gizi buruk di Kabupaten Maluku Tengah harus menjadi perhatian serius pemerintah, terutama Kementerian Kesehatan dan Kementrian Sosial. Kasus ini harus segera diselesaikan dengan mendistribusikan makanan ke titik kasus ini ditemukan.

Dikabarkan, tiga warga di pegunungan Morkelle, Pulau Seram, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, meninggal dunia akubat gizi buruk. Dua diantaranya adalah balita. Gizi buruk menimpa daerah tersebut lantaran dipicu oleh gagal panen, sehingga masyarakat setempat kekurangan suplai makanan.

Ditemui sebelum mengikuti Rapat Paripurna DPR, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (26/7/2018), Anggota Komisi IX DPR RI Imam Suroso menyerukan pemerintah bertindak cepat memberi bantuan makanan bergizi pada warga setempat.

“Soal gizi buruk nanti dikoordinasikan dengan Menkes. Saya akan meminta agar didistribusikan makanan bergizi ke Maluku Tengah. Kasus gizi buruk di Papua sudah diselesaikan dengan baik. Kita masih punya anggaran yang cukup untuk itu,” kata Imam.

Politisi PDI Perjuangan ini juga mengaku akan menegur pemerintah, mengapa kasus tersebut terus berulang terjadi di daerah-daerah terpencil. Pemerintah, sambungnya lagi, harus mencari solusi agar tak terjadi kembali kasus yang sama menimpa warga miskin di daerah-daerah terpencil.

“Rakyat jangan sampai terlantar. Anggaran kita masih cukup banyak untuk memberantas gizi buruk,” tutup Imam.

Diketahui sebelumnya, kelaparan yang dialami oleh sekitar 170 warga komunitas adat terpencil itu dilaporkan terjadi sejak awal Juli lalu, tetapi baru diketahui oleh pemerintah setempat kira-kira dua minggu kemudian.

Agar tidak mati kelaparan, sebagian warga yang mendiami kawasan hutan di pegunungan di Kabupaten Maluku Tengah itu dilaporkan sempat mengganjal perutnya dengan makan dedaunan, kata seorang pendeta.

“Mereka bertahan hidup dengan makan daun,” kata pimpinan Gereja Protestan Maluku di Kabupaten Maluku Tengah, Pendeta Hein Tualena, kepada BBC News Indonesia, Selasa (24/07/2018), mengutip keterangan tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maluku Tengah yang menemui warga di lokasi. (Ran)

Please follow and like us:
21

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *