HAM Headline Hukum News

Perempuan Keriting yang Tampar Tentara Israel, Sudah Bebas

JAKARTA,  REQNews – Salah satu tokoh penting perlawanan Palestina terhadap Israel, Ahed Tamimi (17), dibebaskan Israel pada hari Minggu (29/7) setelah menjalani hukuman delapan bulan penjara di sebuah penjara Israel. Seperti dilaporkan sebelumnya, pada Desember 2017, Ahed ikutan aksi melempar batu ke arah tentara Israel dan sempat menampar dan menendang dua tentara Israel.

Amarah perempuan berambut keriting itu memuncak kala sepupunya yang masih berusia 15 tahun ditembak kepalanya dengan peluru karet dari jarak dekat hingga bersimbah darah. Spontan Ahed berani menerobos, menendang hingga menampar dua tentara Israel. Ibunda Ahed,  Narisman Tamimi, yang mendapatkan video insiden tersebut langsung memostingnya melalui  facebook dan media sosial lainnya. Video pun diviralkan hingga  menjadi ramai.

Ahed begitu gembira setelah menghirup udara bebas pada hari Minggu (29/7) kemarin. Ia dijemput keluarganya lalu pulang kampung halamannya, Nabi Saleh. Spontan warga Nabi Saleh dan sekitarnya menyambut Ahed dengan sorak-sorai sebagai seorang pahlawan perang. Tampak berbagai spanduk dengan berbagai tulisan berikut bendera Palestina mewarnai penyambutan sang pahlawan.

Meski perempuan belia dan pemberani dari Palestina itu dianggap sebagai pahlawan bagi warga Palestina, tetapi bagi Israel, Ahed Tamimi adalah provokator, pengganggu atau ancaman  bahkan dicap sebagai teroris. Dalam putusan atas hukumannya, Ahed divonis melakukan tindak pidana penyerangan dan hasutan (provokator). Ia pun diganjar hukuman 8 bulan penjara dan putusan atas hukumannya ini lebih ringan dari dakwaan jaksa yang lebih berat.

Kata Ahed, “Perlawanan kita terhadap Israel di Palestina harus diteruskan sampai pendudukan berakhir. Saya akan melanjutkan perjuangan ini dan saya berharap semua orang melakukannya. Para tahanan Palestina (di Israel) termasuk tahanan perempuan yang ditahan, dalam keadaan baik-baik saja dan mereka kuat. Saya ucapkan terima kasih untuk semua orang yang telah mendukung saya dan kasus saya.”

Meski mendukung niat perjuangannya, toh sang ayah, Bassem Tamimi berharap putrinya itu dapat melanjutkan studi terlebih dahulu. Selama di dalam penjara, Ahed diketahui tetap belajar di bawah bimbingan sesama tahanan hingga akhirnya menjalani ujian akhir SMA di dalam tahanan. Ahed pun berhasil dan lulus dengan baik. Bassem menginginkan Ahed melanjutkan pendidikan di salah satu universitas di Tepi Barat atau menerima peluang beasiswa kuliah di luar negeri.

Setelah bersua dengan seluruh keluarga dan pendukung di kampung halamannya, Ahed nyekar di kuburan Yasser Arafat. Di situ dia meletakkan karangan bunga, berdoa dan baca Alquran. Selanjutnya Ahed dibawa keluarga menjumpai Presiden Palestina Mahmoud Abbas di kediamannya di Ramallah. (*/TIME/bos)

Foto : CNN.COM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *