Headline News

Gempa Lombok dan NTB, Jokowi Gelar Rapat Penanganan Korban

JAKARTA, REQNews- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengelar Rapat Terbatas mengenai Penanganan Dampak Bencana Gempa Bumi di Povinsi NTB di Kantor Kejokowian, Jakarta, Jumat (10/8/2018) siang.

Rapat terbatas itu dihadiri oleh Wakil Jokowi Jusuf Kalla, Menko Polhukam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko PMK Puan Maharani, Menko Kemaritiman Luhut B Pandjaitan, Mensesneg Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Staf Kejokowian Moeldoko, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Kesehatan Nila F Moelok, dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Selain itu juga tampak hadir Menteri Sosial Idrus Marham, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Perhubungan Budi K Sumadi, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri Desa dan PDTT Eko Putro Sandjojo, Menteri Kominfo Rudiantara, Panglima TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Tito Karnavian, Gubernur NTB  Zainul Majdi.

Dalam kesempatan yang sama Jokowi menyampaikan, dirinya terus memonitor dari menit ke menit, dari jam ke jam, hari ke hari mengenai proses penanganan dampak gempa yang terjadi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (5/8/2018) lalu.

“Saya juga selalu mendapatkan laporan update dari lapangan mengenai jumlah korban, baik yang meninggal maupun yang luka-luka, serta jumlah kerusakan mulai dari rumah, sekolah, dan fasilitas umum,” jelas Jokowi.

Jokowi meminta agar evakuasi yang belum ditemukan harus menjadi prioritas. Jokowi juga mengemukakan, bahwa dirinya mendapatkan laporan dari lapangan proses pencarian korban yang terus dilakukan secara intensif, dan sudah banyak mulai dengan mengerahkan alat-alat berat.

Setelah tanggap darurat selesai, tegas Jokowi, pemerintah akan masuk ke rehabilitasi, ke rekonstruksi guna memperbaiki kondisi fisik bangunan, baik rumah maupun fasilitas umum.

Adapun terkait gempa susulan masih terus terjadi, Jokowi meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dibantu seluruh kementerian/lembaga dan pemerintah daerah, utamanya pemerintah provinsi dan kabupaten untuk lebih gencar lagi melakukan edukasi mitigasi bencana kepada masyarakat, terutama di daerah- daerah yang rawan bencana agar masyarakat memiliki kesiapsiagaan menghadapi bencana alam. (Ran)

Please follow and like us:
24

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *