Headline Pariwisata

71 Tahun Pembunuhan Black Dahlia Tak Terungkap, Yuk Ikuti Turnya

JAKARTA, REQNews – Anda tentunya pernah mendengar tentang kasus pembunuhan Elizabeth Short atau kasus ini kerap disebut “The Black Dahlia Murder Case”.  Kasus ini menjadi kejahatan tak terpecahkan paling menarik yang pernah dikenal di Los Angeles bahkan dunia.

Elizabeth Short  meninggal pada Januari 1947, pada usia 22 tahun. 71 tahun berlalu, namun kasus ini tetap menarik untuk banyak orang, bahkan menginspirasi sutradara Brian De Palma untuk membuat filmnya. Tak hanya film, novel dan buku tentang kasus ini pun banyak ditulis.

Bila Anda ingin melihat dari dekat dan mengetahui lokasi kejahatan ini dan mengetahui tempat-tempat terakhir yang disinggahi Elizabeth sebelum ajal menjemputnya, ikuti yuk perjalananya. Sebuah perusahan trevel bernama Esotouric menawarkan diri untuk mengajak Anda melihat dari dekat tentang kasus ini. Tur ini menelusuri kembali TKP dan keadaan sekitar pembunuhan Elizabeth Short.

Sebelum Anda mengikuti turnya simak dulu tentang kasus ini. Elizabeth Short lahir tanggal 29 Juli 1924 di Hydepark. Ketika beranjak dewasa ia pindah ke Hollywod untuk mengejar karier di bidang perfilman.

Ia dikenal sebagai perempuan yang gampang bergaul dan memiliki banyak kenalan bahkan sampai kalangan sosialita kelas atas. Wajah cantiknya sering kali menarik perhatian para pria, Dikalangan temanya, ia dikenal dengan sebutan Black Dahlia karena rambut hitamnya.

Karir Elizabeth sebagai aktris tidak berkembang, namun kecantikannya membuat dirinya banyak dikagumi para pria yang mau nenampung hidupnya. Ia kerap kali berganti-ganti teman pria.

Hingga satu hari seorang pria bernama Betty Bersinger menemukan mayatnya di lokasi lahan kosong. Mengapa kasus ini menjadi begitu besar? Karena kengerian pembunuhan yang dilakukan dan tak terungkap, karena pembunuhnya tidak meninggalkan jejak.

Pembuhuna  ini sangat mengerikan, mayat Elizabeth Short terbelah di bagian perut hingga menjadi dua bagian. Di bagian-bagian tubuhnya terdapat banyak luka dan robek. Mulutnya disobek dari kiri dan kanan hingga hampir kebagian telinga. Pada bagian leher, tangan, dan kaki terdapat bekas jeratan tali.

Dua detektif diturunkan untuk menyelidiki kasus ini, polisi menyimpulan mayat Elizabeth Short dimutilasi dan dibersihkan ditempat lain sebelum dibuang, karena pada lokasi tidak ditemukan ada ceceran darah.

Meski beberapa orang dicurigai sebagai pembunuh, namun tidak ada cukup bukti, sehingga mereka dibebaskan. Tapi lucunya, untuk orang yang ingin tenar, mengaku sebagai pembunuh  Elizabeth.

Kasus ini mengalami kebuntuan karena pembunuh tidak meninggalkan bukti dan tidak ada saksi. Sampai saat ini pembuhuna yang sensasional ini tidak pernah terungkap. (dnls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *