Headline News

Usut Kasus Munir, Haris Azhar Minta Kabareskrim Periksa Hendropriyono

JAKARTA, REQNews- Aktivis hak asasi manusia (HAM) Haris Azhar mengatakan Badan Reserse Krimial (Bareskrim) Polri seharusnya bisa memeriksa mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Hendropriyono dalam kasus pembunuhan Aktivis HAM Munir Said Thalib.

Haris menjelaskan mengapa dirinya mendesak Kabareskrim untuk memeriksa Hendropriyono yakni pertama, nama Hendropriyono muncul dalam laporan Tim Pencari Fakta (TPF) kasus Munir. Kedua, Hendropriyono telah mengakui sebagai pemimpin BIN saat peristiwa pembunuhan Munir terjadi dan menyatakan siap bertanggung jawab. Hariz juga mempertanyakan apa yang harus ditunggu untuk memeriksa Hendropriyono.

“Jadi menunggu apa lagi? Dia sudah mengaku menjadi pimpinan BIN waktu itu dan dia siap bertanggung jawab.” kata Haris di Jakarta Pusat pada Rabu, 12 September 2018.

Haris menjelaskan tanpa mencari bukti baru, hasil laporan TPF kasus Munir bisa dijadikan hasil penyelidikan yang dapat dikembangkan ke proses penyidikan.

Haris juga menyinggung terkait matinya kamera pengintai (CCTV) di sekitar Bandara Soekarno-Hatta saatu itu. Menurut harus pihak Angkasa Pura juga harus di periksa. Menurut Haris, hal tersebut juga terungkap di dalam laporan TPF kasus Munir.

Menurutnya, langkah pemeriksaan terhadap Hendropriyono dan pihak Angkasa Pura dapat dilakukan oleh penyidik Bareskrim karena telah muncul dalam laporan TPF kasus Munir.

Jika tak dituntaskan, Haris menyebut kasus Munir akan terus dipertanyakan dan menjadi utang negara. Ia pun akan mendesak dengan cara yang baik kepada Komjen Arief, agar menuntaskan kasus ini.

“Pak Kabareskrimnya kan baru, jadi kasih waktu. Kan, kita tahu dia juga bukan main politik. Mari kita desak secara baik ke pak Arief, supaya kasus ini lebih baik. Mau sampai kapan kasus ini terus ditanyain,” ujarnya.

Disisi lain, Kabareskrim Komjen Arief Sulistyanto menyatakan penyidik tidak pernah menutup kasus tersebut. Menurutnya, penyidikan kasus pembunuhan Munir akan dilakukan kembali oleh penyidik bila menemukan bukti baru seputar kasus tersebut.

“Saya tegaskan kami tidak pernah menutup kasus ini (pembunuhan Munir). Kalau ada bukti atau fakta hukum baru, makan akan dimulai lagi,” kata Arief kepada wartawan di Ruang Rapat Utama (Rupatama) Mabes Polri, Jakarta Selatan pada Jumat 6 September 2018 lalu.

Menurut Arief, seluruh tersangka dalam kasus ini telah menjalani hukuman, termasuk mantan pilot Garuda Indonesia, Pollycarpus Budihari Prijanto yang sudah dinyatakan bebas murni sejak pekan lalu. (Ran)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *