Jangan Ditiru, Pria Ini Perkosa Berang-berang
Headline News

Jangan Ditiru, Pria Ini Perkosa Berang-berang

KANADA, REQNews – Jika kalian membaca artikel ini, pasti terbesit dalam pikiran bahwa kiamat sudah dekat. Ya, keabsurdan berita ini sedikit menganggu cara berpikir kalian soal pelaku kekerasan seksual.

Biasanya, banyak pemberitaan yang menayangkan informasi terkait pemerkosaan terhadap sesama manusia. Namun hal berbeda terjadi di Kennewick, Washington, Kanada.

Ada seorang pria yang ditangkap lantaran melakukan kekerasan seksual pada seekor berang-berang. Adalah Richard Delp, 35 tahun, yang harus mendekam di penjara karena harus bertanggung jawab atas perbuatan tak ‘berperikehewanan’ tersebut.

Tak hanya itu, Richard juga dijerat dengan pasal kepemilikan shabu-shabu, seperti ditulis dalam sejumlah pemberitaan media.

Kasus ini bermula saat sebuah postingan seorang perempuan bernama Whitney Nycole dalam akun facebooknya, yang mengaku menemukan berang-berang malang yang baru saja jadi korban tabrak lari. Dia lantas buru-buru mencari pertolongan untuk menyelamatkan nyawa malang itu.

“Saya langsung membalik tubuh berang-berang itu. Kakinya patah. Saya bungkus tubuh berang-berang itu dengan handuk yang kebetulan saya bawa di mobil. Setelah itu, saya bawa berang-berang itu ke kolam terdekat. Kasiah deh,” tulis Nycole seperti dikutip Newsweek, Jumat 14 September 2018.

Beberapa saat kemudian, Nycole kembali mengupdate status Facebooknya. “Berang-berang itu sudah mati. Saya mendapati seorang pria yang berusaha menyetubuhi berang-berang itu..saya benar-benar trauma.”

Padahal, sebelumnya Nycole pulang untuk mengambil kotak yang bisa dipakai untuk memindah berang-berang itu dengan aman. Tak disangka, saat kembali dia menemukan seorang lelaki berbaring dekat berang-berang itu. Yang mengejutkannya, celana pria itu sudah melorot.

Karena perbuatannya, Delp kini dilaporkan mendekam di penjara. Dunia kayaknya emang udah mau kiamat. (RYN)

Please follow and like us:
24

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *