Budaya News Opini

Jiwa Batik Sepanjang Massa

Jakarta, REQnews –Jika menilik motif batik, dari waktu ke waktu memang berkembang, ada periode tertentu batik mengadaptasi alam, baik dari tanaman atau hewan. Selain itu daerah-daerah yng dikenal sebagai produsen batik , Cirebon, Pekalongan, Lasem, Tuban , Surakarta dan Jogjakarta mempunyai motif-motif khas. Seorang seniman batik, Iwan Tirta, mempelajari motif batik itu dan mendokumentasikan dalam bentuk buku yang berjudul Batik Sebuah Lakon, terbitan Gaya Favorit Press, 2009. Cukup representatif membuat periode batik dari masa ke masa.

Periodesasi batik menurut Iwan Tirta dari buku Batik Sebuah Lakon, terbitan Gaya Favorit Press, 2009.  Adeg Jejer, batik tradisional dalam kraton yang masih mempunyai motif-motif lokal. Adeg Sabrang, motif batik yang dipengaruhi dari luar kraton. Batik mulai dikenal masyarakat suatu lingkungan. Seperti lingkungan Pecinan, Arab dan Eropa, khususnya Belanda. Goro-goro, periode masuknya Jepang (1942-1945). Gaya batik yang paling banyak berisi detail, menggabungkan ciri pagi-sore, motif terang bulan dan tanahan Semarangan. Batik Hokokai, demikian sebuatan hasil batik pada zaman itu, menggunakan latar belakang yang penuh dan detail yang digabungkan dengan bunga-bungaan dalam warna warni yang cerah.

Sejarah batik memang panjang tetapi dari waktu ke waktu dapat di identifikasi sebagai perkembangan dalam dunia batik. Seorang Iwan Tirta, telah bergelut seumur hidupnya dalam dunia batik. Mencoba membuat hipotesis tentang periode perkembangan batik dengan dasar-dasar yang kuat dalam pertumbuhan motifnya. Sekarang batik telah berkembang pesat, dimana-mana batik telah dipakai sebagai pakaian sehari-hari. Perkembangan batik telah mendunia menunjukan berbagai motif yang sebagian besar masih berdasar pada tanaman dan hewan.

“Banyak motif batik penemuan Iwan Tirta yang sudah di daftarkan ke HAKI, mungkin ada puluhan”,ungkap Lydia Kusuma Hendra, pemegang hak lisensi tersebut.

Mengingat kembali tahun 2009 UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) menetapkan batik Indonesia sebagai sebuah mahakarya warisan karya manusia. Alasan sebenarnya, bahwa Indonesia telah menominasikan Batik Indonesia untuk prasasti pada Daftar Perwakilan Warisan Budaya Tak Berwujud Manusia.

Demikian disimak dari sidang ke-4 Komite Antar-Pemerintah tentang Warisan Budaya Tak-benda yang diselenggarakan UNESCO di Abu Dhabi, sembilan tahun lalu, 2 Oktober 2009.*fag (bagian dari tulisan yang pernah dimuat pada Majalah Requisitoire, Edisi 12 Vol 2012)

Please follow and like us:
25

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *