Budaya Hukum Opini

Perlindungan Batik Kontemporer

Jakarta, REQnews- Jika melihat batik baik kaitannya dengan gambar, corak maupun komposisi warna. Maka penjelasan motif batik terlihat jelas, bagaimana batik secara keseluruhan dipahami, bahwa batik mempunyai simbol dan budaya tertentu. Melalui inovasi dan cara menerapkan batik, baik melalui kain hingga menjadi baju, atau bahan lainnya dalam bentuk kain lembaran.

Bahwa karya batik termasuk dilindungi hak ciptanya, Oleh sebab batik sebagai karya    yang mempunyai nilai seni, baik dalam kaitannya dengan gambar, corak, maupun komposisi  warna.

“Karya seni batik adalah motif batik kontemporer yang bersifat inovatif ,masa kini dan bukan tradisional”. Demikian tertulis pada Penjelasan Pasal 40 ayat (1) huruf j pada Undang – Undang  Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

Tetapi sebelumnya telah diterbitkan batikmark, yang diperkenalkan  oleh Kementerian Perindustrian melalui Peraturan Menteri Perindustrian  No74/M-IND/PER/9/2007. Juga merupakan upaya perlindungan kekayaan intelektual melalui sertifikasi.

Sehingga seniman batik dapat mendaftarkan karyanya untuk mendapatkan hak moral dan hak ekonomi dari karya ciptanya.  Melalui pencatatan ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM, maka hak moral dan hak ekonomi pencipta motif batik kontemporer, terlindungi sebagaimana diatur dalam Pasal 64 UU Hak Cipta.

Perkembangan batik yang pesat tidak seiring dengan motif yang beredar di masyarakat, bahwa batik mendapatkan tempat. Hal ini menuntun pada penciptaan yang harus terlindungi dengan baik, agar secara moral motif batik dapat dijadikan hak ekonomi sesuai kebutuhan bagi penciptanya.* fag

Please follow and like us:
25

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *