Ilustrasi sabu-sabu
Headline Hukum News

Darurat Narkoba: Polda Kalteng Ciduk Bandar Sabu

PALANGKA RAYA, REQNews – Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) menangkap dua bandar narkoba jenis sabu-sabu di Kabupaten Kotawaringin Timur, bahkan salah satunya memiliki senjata api.

“Kedua pelaku bandar sabu-sabu itu bernama Sugianur (35) dan Dayat (28). Hasil penggeledahan kediaman Sugianur, anggota kami berhasil menemukan senjata api rakitan jenis revolver lengkap dengan dua amunisinya yang disimpan di dalam lemari baju miliknya,” kata Direktur Narkoba Polda Kalteng Kombes Agustinus diwakili Kasubdit II Kompol Bayu Wicaksono, di Palangka Raya, Jumat 12 Oktober 2018.

Polisi dari tangan kedua bandar sabu-sabu tersebut berhasil mengamankan tiga paket sabu-sabu dengan berat 10 gram. Senjata api rakitan jenis revolver dan dua amunisi aktif yang ditemukan dari tangan salah satu dari mereka, juga langsung diamankan.

Bayu Wicaksono menjelaskan, penangkapan dua bandar narkoba yang sudah menjadi target operasi itu dilakukan pada Rabu (10/10) di dua tempat berbeda di Kabupaten Kotawaringin Timur.

Bermodalkan data yang mereka terima Tim Subdid II Ditresnarkoba Polda setempat terus melakukan penyelidikan di kawasan yang sudah menjadi target mereka. Hasil penyelidikan beberapa hari, petugas menemukan rumah kedua tersangka bandar narkoba yang sering melakukan transaksi di kediaman mereka masing-masing.

Sabu-sabu yang ditemukan di kediaman Sugianur ternyata baru saja didapat dari dari rekannya Dayat. Setelah mendapatkan pengakuan Sugianur, polisi yang sudah melengkapi diri dengan senjata apinya masing-masing, langsung menggerebek kediaman Dayat.

Dalam penggerebekan tersebut, petugas juga menemukan barang bukti sabu-sabu. Total sabu-sabu yang ditemukan dari tangan keduanya sebanyak 10 gram. “Selain senjata api rakitan dan narkoba 10 gram, petugas juga berhasil mengamankan satu timbangan digital, bong, kompor beserta pipet kaca, tiga bundel plastik klip kecil, sendok sabu-sabu, handphone dan uang tunai Rp6 juta lebih,” katanya pula.

Kedua tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat (2) juncto pasal 112 ayat (2) juncto 132 ayat (1) Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, ancaman hukuman penjara minimal lima tahun dan maksimal seumur hidup. “Kasus ini terus kami kembangkan untuk menangkap jaringan bandar narkoba yang diduga kuat masih berada di wilayah hukum Polda Kalteng,” kata Bayu pula.

Pada Kamis (11/10) siang, Satuan Reserse Narkoba Polres Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah kembali menangkap dua tersangka pengedar narkoba yang beroperasi di Sampit, bernama Nurhanafi Kurniawan (24) dan Agus (26).

“Mereka ditangkap di lokasi berbeda. Kami juga menemukan barang bukti dari masing-masing,” kata Kapolres Kotawaringin Timur AKBP Mohammad Rommel diwakili Pejabat Sementara Kepala Satuan Reserse Narkoba Iptu Arasi.

Nurhanafi Kurniawan ditangkap sekitar pukul 11.00 WIB di barak sewaan Jalan Anang Santawi Barat RT 34 RW 07, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Mentawa Baru, Ketapang. Setelah dilakukan penyelidikan, polisi kemudian menangkap pria tersebut. Saat digeledah, polisi menemukan empat bungkus plastik kecil berisi serbuk kristal warna bening yang diduga narkotika golongan I bukan tanaman jenis sabu-sabu dengan berat kotor 0,86 gram, uang Rp100 ribu, dan barang lainnya.

Dua jam kemudian, polisi menangkap satu lagi tersangka pengedar narkoba. Pria yang kemudian diketahui bernama Agus itu ditangkap di Mess Gudang PT Lintas Bersama Jalan Muhammad Hatta RT 48 RW 004, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Mentawa Baru, Ketapang, Sampit.

Saat digeledah, polisi menemukan barang bukti berupa 10 bungkus plastik kecil berisi serbuk kristal warna bening yang diduga narkotika golongan I bukan tanaman jenis sabu-sabu dengan berat kotor 2,66 gram, uang Rp 1.350.000, dan peralatan lainnya. (Romeo)

Please follow and like us:
25

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *