Karya Stephen King Kembali Diadopsi dalam Layar Lebar
Budaya Headline

Karya Stephen King Kembali Diadopsi dalam Layar Lebar

JAKARTA, REQNews – Novel horor karya Stephen King kembali diadaptasi dalam bentuk Film. Kali ini novel yang berjudul Pet Sematary yang akan mendapatkan kesempatan tersebut.

Dilansir di Quartzy, Pet Sematary menceritakan tentang keluarga yang pindah ke rumah di sebuah hutan. Disana mereka menemukan tempat pemakaman kuno yang bisa menghidupkan kembali orang mati.

Cerita ini pertama kali diadaptasi dalam film tahun 1989 yang disutradarai oleh Mary Lambert. Seperti adaptasi King lainnya, film ini terlihat menyeramkan dan horor.

Pet Sematary termasuk dalam salah satu dari tiga film besar Hollywood yang diadaptasi dari karya King dan dijadwalkan rilis tahun depan. King sendiri adalah salah satu penulis paling produktif dalam sejarah. Ia telah menulis sekitar 260 novel dan cerita pendek.

Jika kita menghitung karya King yang telah diadaptasi lebih dari satu kali, Hollywood masih bisa mengadaptasinya dalam bentuk lain. Dengan kata lain, King menjadi genre bagi dirinya sendiri.

Industri film dan TV Amerika rata-rata mengadaptasi lebih dari dua karya King setiap tahunnya. Ini dihitung sejak karya tulis King diubah ke sebuah film, Carrie, tahun 1976. Hollywood bahkan secara konsiste mengadaptasi novel-novel King selama empat dekade.

Meski demikian, tahun 2017 lalu menjadi kali pertama ada lebih dari lima karya yang diadaptasi. Mulai dari film, video, serial TV, mini series, dan episode serial TV. Ada lebih dari 105 karya Stephen King yang diadaptasi sejak 1976.

Kehausan Hollywood akan konten diperparah dengan perang streaming di TV dan konsolidasi media massa terhadap film. Setiap jaringan dan studio mencari hal-hal yang bisa diadaptasi. Karya milik King menjadi suplai yang ideal dan tidak pernah berakhir. Karya novelnya terkenal, mudah diadaptasi, dan ia terus menulis tulisan baru. Novelnya yang rilis 2018, The Outsider, bahkan telah diubah menjadi mini series.

Poin tambahan dari karya King yaitu genre horor saat ini sedang berkembang dan dinilai sebagai salah satu investasi industri paling aman dan murah. Banyak film horor yang tidak memerlukan anggaran blockbuster dan berat untuk mencetak kesuksesan box office.

Salah satu adaptasi karya King tahun 2017 meraup keuntungan 700 juta dolar AS dengan biaya 35 juta dolar AS. (RYN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *