4 pelaku perdagangan bayi di Surabaya
Headline Hukum News

Polda Jatim Ungkap Kasus Perdagangan Bayi

SURABAYA, REQNews – Kapolda Jawa Timur Inspektur Jenderal Polisi Luki Hermawan memastikan segenap personel di jajarannya terus mendalami kasus perdagangan bayi. Hal itu disampaikan usai menetapkan 4 orang tersangka pelaku kasus bejat tersebut.

“Saya, Kapolda Jatim, berterima kasih kepada Polrestabes Surabaya yang belum lama ini telah mengungkap kasus perdagangan bayi melalui media sosial instagram,” katanya kepada wartawan di Surabaya, Kamis 11 Oktober 2018.

Dalam kesempatan itu, Kapolda sempat berbincang dengan empat orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka di Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya, serta menengok bayi berusia 11 bulan yang menjadi korbannya.

Empat orang itu telah ditetapkan menjadi tersangka oleh petugas Polrestabes Surabaya sejak Selasa, 9 Oktober, masing-masing berinisial LA (22) dan Al (29), warga Surabaya, Jawa Timur, serta NKS (66) dan NNS (44), warga, Badung, Bali.

Masing-masing tersangka memiliki peran yang berbeda-beda dalam kasus ini, di antaranya Al adalah pemilik akun instagram, sedangkan LA adalah ibu muda yang menjual bayinya.

Tersangka NKK bertindak sebagai perantara yang menjual bayi nahas itu kepada tersangka NNS. Modus yang dipakai tersangka Al lewat akun instagramnya adalah bertindak seolah membuka layanan konsultasi masalah keluarga, kelahiran dan anak, serta menawarkan adopsi ilegal.

“Ada 10 ibu yang berkonsultasi di akun instagramnya. Karenanya perkara ini masih terus kami dalami untuk mencari tahu seandainya ada bayi-bayi lain yang telah diperdagangkan,” ujarnya.

Dia menekankan kepada segenap personel di jajarannya untuk terus bekerja mengembangkan penyelidikan terhadap grup-grup lain di media sosial yang kemungkinan juga melakukan kegiatan memperdagangkan bayi secara ilegal.

“Pelakunya dikenakan Pasal 83 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya pidana 15 tahun penjara dan denda hingga Rp300 juta,” katanya. (Romeo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *