Saturday, May 18th, 2024

Satgas UU Cipta Kerja Ajak Pemuda Dukung Era Keemasan Indonesia

Satgas UU Cipta Kerja baru-baru ini mengajak para pemuda Banjarmasin untuk mendukung era keemasan Indonesia.

Dalam sebuah seminar yang diadakan di Universitas Lambung Mangkurat, Dimas Oky Nugroho, yang mengawasi aspek strategi dan sosialisasi satgas, menyatakan bahwa mereka saat ini sedang memperbaiki UU Cipta Kerja. Hal ini memerlukan partisipasi yang bermakna dari masyarakat agar kebijakan tersebut dapat diimplementasikan dengan baik dalam masyarakat.

Menurut Dimas, UU tersebut bertujuan untuk memotong birokrasi yang terkait dengan perizinan usaha, meskipun hal ini memerlukan beberapa penyesuaian regulasi di pemerintah daerah. Indonesia juga sudah memiliki yang disebut sebagai “pendekatan berbasis risiko OSS” (OSS RBA), yang oleh pemerintah diklaim sebagai solusi satu pintu untuk perizinan usaha.

Dimas kemudian berbicara tentang peran pemuda dalam pembangunan bangsa.

“Investasi tidak hanya datang dari luar negeri. Tetapi investasi terbesar sebenarnya datang dari investor dalam negeri. Jika kita lihat lebih dekat, usaha mikro sebenarnya memainkan peran besar dalam proses pembangunan bangsa, dan biasanya para pemuda yang memulai usaha kecil ini sejak mereka masih di universitas,” kata Dimas.

Para pemuda juga tidak boleh mengadopsi pendekatan bisnis seperti biasanya jika mereka ingin membantu mendorong perekonomian Indonesia. Dimas menambahkan bahwa kebijakan “revolusioner” seperti UU Cipta Kerja diperlukan untuk mendorong pertumbuhan ini.

“Perekonomian Indonesia tumbuh sekitar 5 persen di tengah situasi geopolitik saat ini,” kata Dimas, sambil mengaitkan pertumbuhan tersebut dengan inisiatif pembangunan pemerintah, termasuk pembangunan ibu kota baru Nusantara.

Ia juga mengajak mahasiswa yang hadir untuk merangkul teknologi dan produk digital. Ia menambahkan, “Era digital ini telah mendorong tenaga kerja Indonesia untuk bersaing. Jadi kita membutuhkan keterampilan unik dari para pemuda kita.”

Menurut Dimas, UU Cipta Kerja mendorong tenaga kerja Indonesia untuk lebih kreatif, sambil memberikan asuransi bagi pekerja. Ia menambahkan, “Namun yang terpenting, UU Cipta Kerja berpihak pada UMKM [usaha mikro, kecil dan menengah] dan pekerja.”

Pemerintah saat ini membantu usaha mikro dan kecil untuk mendapatkan izin secara gratis. Mereka juga telah mengalokasikan 30 persen dari area komersial di infrastruktur publik untuk usaha mikro dan kecil. Mereka juga hanya perlu membayar 30 persen dari biaya sewa normal.

“Kami juga memiliki restrukturisasi kredit, rekonstruksi usaha, dan bantuan modal untuk membantu melindungi usaha mikro,” kata Dimas.

Dimas mengatakan bahwa saat ini akan menjadi periode krusial bagi Indonesia untuk bekerja menuju pencapaian era keemasan pada perayaan seratus tahun pada 2045 — sebuah mimpi yang juga dikenal sebagai “Indonesia Emas 2045”. Dan hal ini memerlukan pemuda untuk meningkatkan diri mereka.

“Tidak ada jalan mudah yang membuat kita nyaman, selain bergerak dan bangkit, sehingga kita bisa mengalahkan negara lain. Negara harus memastikan bahwa semua kebijakannya dapat diimplementasikan untuk semua orang, terutama untuk generasi muda,” kata Dimas.