Sunday, June 23rd, 2024

Indonesia Harus Memimpin dalam Melindungi Air: BPN

Indonesia harus berada di garis depan dalam menjaga ketersediaan air bersih yang semakin terbatas di dunia, kata Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Agus Harimurti Yudhoyono.

“Yang jelas, sekali lagi, harus ada optimisme tetapi juga rasa urgensi yang harus dibangun oleh kita semua,” tegas Yudhoyono setelah menghadiri pembukaan Forum Air Dunia ke-10 di Bali, Senin.

“Dan Indonesia harus menjadi salah satu pemimpin karena air ini semakin berharga karena jumlahnya juga terbatas,” lanjutnya.

Menurut menteri, meskipun air menutupi 75 persen permukaan bumi, akses ke air bersih yang benar-benar dapat dikonsumsi dan juga untuk memenuhi kebutuhan sanitasi sangat terbatas.

Oleh karena itu, dia menilai penting untuk melindungi cadangan air yang ada bersama-sama untuk mencegahnya terkontaminasi oleh polusi, serta menambahkan bahwa dampak dari krisis perubahan iklim sangat luar biasa.

“Kekeringan terjadi di sana-sini, dan diperkirakan dalam 10-20 tahun ke depan, akan ada kekeringan yang akan mempengaruhi produksi pertanian secara langsung,” ujar Agus.

Dia mengatakan bahwa tanpa air, produksi pangan tidak akan mencukupi dan akan terjadi ketidakstabilan, karena populasi yang semakin meningkat akan terus mencari sumber pangan.

Agus menyatakan bahwa Indonesia sangat terhormat menjadi tuan rumah Forum Air Dunia ke-10, sebuah forum internasional yang dihadiri oleh semua pemangku kepentingan mulai dari kepala negara dan pemerintahan.

Tokoh global seperti Elon Musk, pelaku bisnis, masyarakat, dan akademisi juga ikut serta mencari solusi bersama untuk pengelolaan dan konservasi sumber daya air.

Forum Air Dunia ke-10 adalah kampanye global untuk dunia, dengan tema “Air untuk Kemakmuran Bersama”.

Itulah tema utama yang akan dibahas pada hari pertama dan juga akan dibahas secara khusus pada hari-hari berikutnya dalam Forum Air Dunia ke-10.

“Yang jelas, kami berbagi komitmen, bangsa-bangsa dunia dari berbagai latar belakang,” kata Agus.

Kepala BPN menyatakan bahwa berbagai latar belakang tersebut termasuk pemimpin tingkat tertinggi, kepala negara dan pemerintahan, menteri, baik lembaga pemerintah maupun non-pemerintah, dunia usaha, dan akademisi.

Dia berharap bahwa Forum Air Dunia ke-10 di Bali akan menghasilkan solusi bersama dalam melindungi dan mengelola sumber daya untuk jangka pendek, menengah, dan panjang.

“Oleh karena itu, kita harus mencari solusi bersama. Tidak pernah terlambat. Kita harus sepenuhnya sadar untuk berbagi cerita dan pengalaman mengenai praktik terbaik di antara sesama bangsa di dunia,” tambah Agus.

Dia berharap bahwa generasi mendatang tidak akan menderita akibat tindakan yang dipilih oleh generasi saat ini untuk tidak dilakukan hari ini.